Jumat, 07 Desember 2012

Peranan dan Realisasi Teknologi di Bidang Pertanian


BAB I
Pendahuluan
            Dalam kehidupan,manusia tidak terlepas dari peranan teknologi yang sudah semakin berkembang pesat. Di era modern ini hampir semua kegiatan manusia menggunakan bantuan teknologi.Pertanian merupakan bidang yang sangat penting untuk menunjang kehidupan umat manusia.
Perkembangan pertanian diawali dari perubahan sosial yang terjadi di masyarakat prasejarah, yaitu perubahan dari budaya food gathering (berburu dan meramu) menjadi food producing (bercocok tanam). Sejak periode bercocok tanam tersebut, bidang pertanian selalu mengalami perkembangan sesuai dengan tuntutan zaman. Bahkan sejak revolusi industri di Inggris akhir abad ke-18, industri pertanian, termasuk juga industri pengolahan hasil pertanian dan industri pangan, berkembang dengan pesat.
Sekarang ini teknologi sudah banyak membantu dalam pengembangan bidang pertanian. Dengan sudah berkembangnya teknologi sekarang ini sangat membantu para pelaku bidang pertanian semakiin di mudahkan dalam berbagai hal misalnya pertukaran informasi antar pelaku pertanian, promosi, dan distribusi.

Tujuan
            Makalah ini dibuat dengan tujuan menambah pengetahuan penulis dan pembaca di bidang pertanian khususnya peranan dan realisasi teknologi dalam bidang pertanian. Dan dampak positif maupun negatif dalam perealisasian teknologi di dunia pertanian. Sehingga generasi-generasi penerus bangsa lebih peduli terhadap teknologi dan  lingkungan sekitarnya.











BAB II
Pembahasan

            Peranan teknologi di bidang pertanian sangat penting dan vital bagi para pelaku bidang pertanian. Teknologi membantu mempercepat proses tanam menanam dan pemanenan tanaman pertanian. Juga mempercepat pertukaran informasi antara pelaku bidang pertanian sehingga info yang menyangkut hal vital dapat tersebar merata di kalangan pelaku pertanian.
Realisasi di bidang pertanian yaitu proses untuk mewujudkan suatu teknologi yang dikombinasikan dalam dunia pertanian. Realisasi teknoogi tersebut juga bermacam-macam, Teknologi pengelolaan pasca panen, misalnya peralatan dan mesin pemanen padi, hingga  mesin pengering padi (dryer) harus diterapkan sebagai satu kesatuan teknologi pengelolaan padi.
Namun pada praktiknya beberapa dari teknologi-teknologi tersebut belum terealisasikan dengan baik. Hal ini disebabkan pada beberapa alasan-alasan mendasar,seperti:  perbedaan dalam  penanganan sistem pertanian,perbedaan budaya lokal dalam bidang pertanian,dan kurangnya wawasan tentang teknologi di dunia pertanian.
Sebagai negara agraris yang memilki lahan pertanian yang mendukung,seharusnya indonesia mampu mengembangkan teknologi di bidang pertanian,tanpa merusak agroekosistem yang ada di dalamnya. Dengan kata lain,pengaplikasian teknologi ini harus memikirkan keselamatan ekosistem yang ada di sekitarnya dengan berinovasi melalui alat-alat pertanian yang ramah lingkungan.

Contoh Teknologi di bidang Pertanian
Beberapa contoh alat pertanian adalah sprayer tipe gendong dan alat penanam benih padi (transplanter). Sedangkan contoh mesin adalah traktor roda dua, mesin penggiling, dan mesin pemanen padi.
Alat dan mesin pertanian memiliki berbagai peranan dalam usaha pertanian, antara lain:
  • Menyediakan tenaga untuk daerah yang kekurangan tenaga kerja
  • Antisipasi minat kerja di bidang pertanian yang terus menurun
  • Meningkatkan kapasitas kerja sehingga luas tanam dan intensitas tanam dapat meningkat
  • Meningkatkan kualitas sehingga ketepatan dan keseragaman proses dan hasil dapat diandalkan serta mutu terjamin
  • Meningkatkan kenyamanan dan keamanan sehingga menambah produktivitas kerja
  • Mengerjakan tugas khusus atau sulit dikerjakan oleh manusia
  • Memberikan peran dalam pertumbuhan di sektor non pertanian







Gambar :

Teknologi Pertanian yang sudah Terealisasikan di Masyarakat Indonesia
Traktor roda dua
Traktor roda-2 merupakan alat pengolah tanah utama saat ini. Hal ini mengingat ternak kerja sudah sangat berkurang. Sekarang memelihara ternak kerbau/sapi untuk digemukkan ataupun diperah susunya. Traktor roda-2 ini digunakan untuk mengolah tanah sehingga siap untuk ditanami.
Mesin Penggiling padi
Mesin ini berfungsi untuk mengupas kulit gabah, sesuai varietas padi yang di tanam di Indonesia. Mesin ini menggantikan lesung sebagai alat penggiling gabah.
Konstruksinya kokoh dan tahan terhadap beban yang berubah-ubah (Fluktuatif)
Bentuknya sederhana, sehingga pengoperasian & perawatannya mudah.
Bodi mesin ini dilengkapi blower yang berfungsi untuk memisahkan sekam ataupun kotoran yang sejenis, sehingga menjamin kebersihan beras pecah kulit.
Sangat cocok dipakai untuk penggilingan padi yang berskala kecil, menengah maupun besar.

Teknologi Pertanian yang Belum Terealisasikan di Masyarakat Indonesia

Mesin pemanen padi
Mesin panen padi ini berfungsi untuk memanen padi di sawah, otomatis memotong, mengikat menjadi rumpun padi dan melepaskan ke samping sehingga tidak mengganggu kerja operator. Akan tetapi, mesin ini tidak terealisasi dengan baik karena para petani di indonesia tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk menggunakannya. Dan jika dilihat dari segi financial, belum tentu petani mendapatkan keuntungan yang sepadan dengan biaya pembelian alat tersebut. Selain itu,dengan adanya mesin tersebut otomatis mengurangi jumlah pekerja untuk memanen padi,sehingga tingkat pengangguran di Indonesia semakin banyak. Terkadang hal ini juga bertolak belakang dengan kearifan budaya lokal setempat yang lebih menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan solidaritas.  


Mesin Perontok  Padi
Mesin perontok padi ini berfungsi untuk merontokkan butir-butir padi dari tangkainya. Alat ini sebenarnya sangat efisien karena rontokan bitur-butir padi terkumpul pada suatu wadah sehingga butir-butir padi yang terbawa angin lebih sedikit. Selain itu tenaga untuk merontokkan padi relatif lebih sedikit hal ini bertolak belakang dengan budaya lokal yang masih memikirkan nasib orang-orang dilingkungan sekitarnya yang masih membutuhkan penghidupan dari hasil menjadi buruh perontok padi.  


BAB IV
Kesimpulan
Teknologi sangatlah berperan dalam memajukan bidang pertanian. Selain teknologi yang digunakan untuk membantu proses pertanian langsung dilahan, juga membantu pelaku pertanian dalam mendapatkan informasi hasil pertanian serta dapat mempercepat distribusi.
Sekarang ini banyak teknologi yang sudah mulai diterapkan di Indonesia, namun tidak semua teknologi tersebut dapat terealisasi dengan baik, beberapa teknologi belum terealisasi dengan baik karena tidak sesuai dengan lahan pertanian yang ada di Indonesia dan karena masyarakat Indonesia masih memegsang teguh kearifan lokal budaya lokal setempat.










Daftar Pustaka
^ a b c d e [Mangunwidjaja, D. dan Sailah, I. 2009. Pengantar Teknologi Pertanian. Penebar Swadaya. Bogor.]
^ Soeprodjo. 1994. Pengembangan Bidang Ilmu dalam Disiplin Teknologi Pertanian. Konsorsium Ilmu-Ilmu Pertanian, Direktorat Jendral Perguruan Tinggi, Depdikbud. Jakarta.
^ [Anonim. 2006. Panduan Program Sarjana Mayor Teknik Pertanian. Departemen Teknik Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.]
^ [Anonim. 2003. Kurikulum Program Studi Sarjana Teknologi Pangan. Departemen Pangan dan Gizi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor]
^ [Livingstone, GE and Solberg, M. 1978. Food Science. In DN Lapedes (ed) Mc Graw Hill Encyclopedia of Food, Agriculture and Nutrition. McGraw Hill Book, Co. New Jersy.]
^ [Anonim. 1998. Pengembangan Agroindustri Bernilai Tambah. Simposium Nasional Agroindustri III, Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.]
 ^Innovation of Information, Communication, and Technology (ICT) for Supporting Sustainable Agriculture. International Association of Students in Agricultural and Related Science (IAAS LC UNS) – Solo, Tanggal 31 Januari 2011

1 komentar: